Kok Nikahnya Aneh Banget?

# Kondisi ketika walimah
Tamu : “Kok duduk sendirian di pelaminan? istrinya mana mas? Lagi marahan?
Mempelai laki-laki : “Istri saya di ruangan sebelah khusus wanita melayani tamu-tamu wanita. Maklum dipisah ruangannya pak.”
Tamu : “Nah saya kan ingin tahu seperti apa istri kamu? Ingin juga salaman dan memberi ucapan selamat”
Mempelai laki-laki: “Maaf pak, cemburunya saya besar pak, hehehe. Kalau datang tamu laki-laki yang lebih tampan, wah bisa-bisa nanti istri saya gak mau sama saya, jadi batal nikahnya. Hehe”
Tamu diluar : “Mempelai laki-lakinya yang mana?”
Panitia : “Itu pak yang pakai baju koko putih dan bercelana cingkrang.”
Tamu : “Oh.. saya kira tadi panitia juga. Kok mempelai laki-lakinya tidak di make up atau di dandanin kayak artis?”
Panitia : “Mempelainya gak mau di dandanin secara berlebihan pak, katanya menyerupai (maaf) banci.”
Tamu : “Walimahannya seram amat, masak pagar ayunya brewokan semua?”
Panitia : “Biar tidak mainstream pak” (Jawaban asal) XD

# Kondisi tamu pulang
Tamu : “MasyaAllah… Cinderamatanya berupa buku-buku islam dan dvd ceramah. Jarang2 seperti ini”
Panitia : “Iya mas. Kedua mempelainya sama2 suka ngaji soalnya”
Tamu : “Tadi khutbah nikahnya bagus sekali. Manggil ustadz dari mana ya? saya ingin undang juga kalau ada kegiatan di rumah”
Panitia : “Itu mempelai laki-lakinya yang khutbah tadi.”
Tamu : “Waduh, beliau ya. Maaf tadi saya duduk paling belakang jadi tidak tahu.”

# Kondisi percakapan tamu dengan mempelai laki-laki
Tamu : “Mas kenapa maharnya kecil sekali, padahal orang kaya.”
Mempelai laki-laki : “Ini sudah lumayan besar pak. Jauh melebihi permintaan calon istri. Selebihnya uang yang tersisa nanti ingin kami pakai untuk berumah tangga, bangun usaha, pendidikan anak2 dan urusan jangka menengah serta panjang”
Tamu : “MasyaAllah, sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Tapi mas gak malu dikira tidak bisa menyelenggarakan walimahan yang mewah.”
Mempelai laki-laki : “Segala harta kami hanya titipan Allah. Kalau kami nikah hanya untuk sekedar membuat orang lain senang, lalu apa gunanya saya menikah pak? Istri saya wanita yang shalihah, beliau berpesan ketika ta’aruf bahwa ingin walimah yang sederhana saja, selebihnya ditabung untuk bekal setelah menikah. Katanya, ‘mas menikah tidak hanya urusan sehari, tapi seumur hidup’. Begitu, pak”
Tamu : “MasyaAllah, barakallahu laka wa baraka ‘alaika wajama’a bainakuma fi khair. Selamat berbahagia mas dan istri. Semoga tetap teguh diatas sunnahnya”
Mempelai laki-laki : “Aamiin ya rabbal ‘alamiin”

Akhukum fillah,

sumber : https://facebook.com/groups/270299856760632/permalink/520744375049511/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*